Menteri Susi dan Dankormar Teken Komitmen Penyelamatan Terumbu Karang

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Korps Marinir melakukan kerjasama untuk menanam Terumbu Karang sebagai program konservasi. Menteri KKP Susi Pudjiastuti dan Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana menandatangani komitmen bersama.

Penandatanganan dilakukan dalam acara seminar yang tentang Terumbu Karang di Mako Marinir, Kwitang, Jakpus, Kamis (6/8/2015). Susi yang datang terlambat karena dipanggil Presiden Joko Widodo itu menjelaskan bahwa terumbu karang perlu dijaga untuk kelangsungan laut Indonesia.
"20 Tahun terakhir prestasi dari kelautan dan perikanan kita tidak mencerminkan realita panjang lautnya nomor 2 di dunia. Itu suatu kontroversi dan kontradiksi yang tidak logis. Ada yang salah dengan pengelolaan kita, yang tidak kita lihat," ungkap Susi.
"Illegal fisihing harus dihentikan, terumbu karang harus dijaga, alat-alat yang merusak gulma harus dihentikan. konservasi akan menjadi hal yang luar biasa, kalau kita jaga untuk tidak mengambilnya," sambungnya.

KKP, menurut Susi, memerlukan bantuan Marinir dalam hal ini. Selain itu juga peran Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup serta Pemda dan masyarakat.
"Korps marinir kan jago nyelam, kalau KKP mana mungkin, baru sebentar nyelam sudah naik lagi. Marinir bisa setengah jam di dasar laut jadi efektif kalau untuk menanam terumbu karang, " kata Susi.
Susi berharap dengan konservasi terumbu karang ini bisa memberi kontribusi bagus untuk ekosistem laut. Itu, katanya, perlu kerjasama demi mewujudkan Indonesia sebagai poros Maritim dunia.
"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada korps Marinir dengan kerjasama konservasi ini. Saya harap apa yang kita lakukan ini sudah berkontribusi menjadikan laut sebagai masa depan bangsa," ucapnya.
Sementara itu, menurut Dankormar, pihaknya menargetkan untuk menanam satu juta terumbu karang yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di berbagai daerah sudah banyak prajurit-prajurit Marinir melakukan program tersebut.

"Hingga Juli 2015 telah ditanam tidak kurang 400 ribu bibit terumbu karang dengan luas kawasan tanam lebih dari 30 hektar di berbagai tempat. Rencananya Marinir, KKP serta komponen bangsa lain akan melakukan penanaman satu juta bibit di daerah seluas 100 hektar di 51 lokasi penanaman 243 titik penanaman," terangnya.
Beberapa wilayah yang telah ditanam terumbu karang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Seperti Pantai Labuhan, Brondong Lamongan, Pantai desa Gisik Cemandi Sedati, Sidoarjo, Banten termasuk Pantai Tanjung Lesung, Bitung, Kepulauan Seribu, Lampung, Pulau Berhala Sumut, Sulsel, dan Pulau Weh.
Rencananya acara puncak program ini akan digelar di Pulau Weh dan akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. Program ini tidak akan berhenti hanya sampai pada penanaman. Marinir dan KKP bersama stakeholder lainnya akan turun berkasla setiap 3 bulan sekali untuk mengecek pertumbuhan terumbu karang.

"Agenda setelah ini setiap 3 bulan sekali kita cek. Coral monitoring, kita akan nyelam dan itu akan ada laporannya tumbuh berapa centi, yang mati berapa. Kita sebenarnya sudah punya 141 kawasan konservasi. Sebagian besar yang kita tanam ini ada di daerah tersebut. Jadi ada pengamanannya, kan ada pengelolan" tukas Direjen KP3K KKP Sudirman Saad yang juga hadir dalam acara seminar.

Sudirman, Menteri Susi, Mayjen Buyung beserta beberapa komponen lainnya pun kemudian melakukan penandatanganan. Ini mengenai komitmen bersama penyelamatan terumbu karang. Adapun komitmen tersebut seperti ini:
Kami berkomitmen untuk:
1. Mengukuhkan kedaulatan atas keanekaragaman dan kekayaan laut Indonesia sebagai modal pembangunan masa depan bangsa untuk mewujudkan cita-cita menjadi poros maritim dunia.
2. Menyelamatkan potensi kekayaan laut Indonesia melalui upaya perlindungan, pelestarian, dan pemanfaatan sumberdaya terumbu karang secara berkelanjutan serta menjamin kelestarian dan keanekaragaman hayatinya untuk generasi saat ini maupun yang akan datang.
3. Meningkatkan kesadaran, menumbuhkembangkan partisipasi masyarakat dan peran serta stakeholder dan pengelolaan terumbu karang dan kekayaan laut Indonesia.
4. Mengembangkan kerjasama untuk menghadapi tantangan global dunia internasional terhadap pentingnya mengelola, menjaga, dan melestarikan kekayaan laut secara berkelanjutan (sustainable) serta bersama-sama masyarakat dunia dalam meminimalisasi dampak perubahan iklim.
5. Meningkatkan pelaksanaan dan aksi bersama dalam penegakan hukum untuk melindungi kekayaan laut Indonesia.